Sunday, 19 July 2015

Makan dan Perhatian Kita


Hidup Sehat

TIDUR, MAKAN, MINUM, DAN ISTIRAHAT adalah sejumlah aktivitas keseharian manusia. Namun, di antara semuanya, yang paling banyak dibicarakan adalah makanan. Suguhan acara televise hampir setiap hari menyertakan acara-acara yang terkait dengan makan atau masakan. Kalaupun tidak ada, maka iklan-iklan yang ditayangkan sebagiannya adalah seputar makan: jenis makanan, bahan makanan, atau tempat makan.
Pembicaraan manusia seolah berputar pada soal makan. Tinggi sekali perhatian kita terhadap makan. Lewat jejaring social banyak individu yang membangun citra diri dengan makan. Perhatikan update status Facebook  atau ‘kicauan’ di Twitter teman kita. Mudah sekali kita mendapati mereka yang menginformasikan aktivitas yang telah, tengah, dan akan dilakukannya, yang sering sekali tak jauh dari seputarmakanan.

Makan dan Informasi
Manusia yang paling menganggur pun di dunia ini, organ pencernaannya tak pernah menganggur. Ia selalu bekerja. Manusia tak pernah berhenti makan. Jika semua yang kita makan selama ini terakumulasi, maka di usia 70 tahun berat badan kita mencapai 1400 kali dari berat badan kita saat ini. Kita tidak perlu mencari kemana perginya jumlah tersebut, tetapi adalah bijak untuk mengembalikan pikiran kita tentang makan. Namun, yang lebih penting adalah menakar seberapa optimal makanan yang kita konsumsi memberi energy. Sebab, ini terkait dengan kandungan nutrisi yang kita makan.
Makanan SehatSaat ini kita disuguhkan banyak informasi. Ketika kita mengetikkan kata ‘gizi’ di dalam mesin pencarian Google, akan ditemui lebih dari 30 juta entri. Akan lebih banyak lagi jika menggunakan bahasa inggris ‘nutrients’, kita akan menemui hampi 60 juta pilihan. Lebih dhsyat lagi untuk kata ‘nutrition’ ditemukan tak kurang 400 juta entri. Untuk kata ‘diet’ bahkan di dapati lebih dari 500 juta entri.
Berbicara Nutrisi di era kemudahan informasi  saat ini memang sama seperti kita berada di hutan belantara yang tanaman-tanamannya tidak kita kenal; mana yang benar- benar dibutuhkan tubuh kita dan manapula yang sebenarnya justru memiliki efek merusak. Bahkan, berbicara nutrisi tidak cukup terhenti pada pembicaraan tentang bahan-bahan atau unsur-unsur yang diakndung makanan. Sama pentingnya dalam hal ini adalah bagaimana ia kita konsumsi. Di sini, pengetahuan adalah kekuatan tersendiri. Dengan pengetahuan, kita akan memilah-milah secara cerdas setiap informasi tentang makanan yang membanjiri kita.

Informasi yang Diterpakan
Tubuh kita ibarat bangunan yang tersusun dari materi-matreri tertentu. Kualitas bangunan itu berkaitan erat dengan kualitas material pembangunannya. Tidak ada bangunan paling baik yang dibangun dengan material paling buruk. Begitu pun tidak akan baik sebuah bangunan yang material-materialnya dipadukan secara serampangan.
Material-material bagi tubuh kita adalah apa yang kita makan Makanan tidak akan membawa dampak positif yang berarti, jika kita tidak memiliki informasi yang cukup tentang bagaimana unsur-unsur makanan tercerna optimal. Akibat ketidak benaran pola konsumsi, justru makanan yang kita konsumsi menjadikan tubuh kita keropos dan tidak berenergi.

Menjadi pengumpul informasi saja tidak cukup. Kekuatan diri adalah dari menerapkan informasi yang diketahui,. Tanpa penerapan, informasi yang segudang tidak akan berdampak apa-apa bagi kekuatan diri. Karena itu, lewatkan saja membaca bagian ini jika Anda mencari informasi dengan rencana mengabaikannya. Informasi tentang makan yang akan And abaca ini memang tidak ditulis sebagai tambahan pengetahuan, tetapi ditunjukan untuk penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon