Tuesday, 14 July 2015

Makanan yang Harus Dihindari

Makanan Sehat

MAKANAN  yang mesti dihindari adalah makanan tinggi gula, tinggi lemak, dan rendah nutrisi. Makanan seperti ini umumnya akan didapatkan dari jenis-jenis makanan berupa:

Makanan tinggi pemrosesan
Makanan tinggi pemrosesan merupakan makanan yang sepertinya menguntungkan dalam kehidupan, yaitu membuat hidup lebih mudah. Semuanya serba instan. Ada mie instan, bubur instan, dan bahkan jus buah instan. Makanan seperti ini tinggi pemrosesan dan mesti menyertakan pengawet. Sebab, ia dibuat memang untuk tujuan komersial. Ini buruk bagi kesehatan.
Makanan tidak sehat 
Termasuk pula makanan yang buruk di sini adalah makanan cepat saji (fast food), yang sejatinya adalah makanan yang mesti dihindari demi kesehatan jangka panjang. Menurut penelitian yang diadakan Harvard Medical School, makanan cepat saji yang di konsumsi dua kali seminggu menyebabkan resintensi insulin sebanyak dua kali lipat. Perlu diketahui, resistensi insulin merupakan faktor utama memunculkan penyakit diabetes mellitus.

Garam
Garam sendiri tidak boleh dihindari sama sekali sebab ia penting bagi tubuh. Cairan tubuh yang normal dalam tubuh mengandung 0,9% garam. Garam berperan dalam mengatur keseimbangan metabolism dalam tubuh. Oleh karena itu, ia mesti dikonsumsi dan dijaga dalam jumlah yang terbatas. Mengonsumsi garam yang terlalu banyak akan menyebabkan terjadinya penyerapan air dalam jumlah besar atau berlebih, terutama terjadi pada ginjal. Ini yang menyebabkan munculnya tekanan darah tinggi. Garam menyehatkan jika dikonsumsi 1 sendok the/hari.
Mengonsumsi garam dalam jumlah 1 sendok teh/hari, barangkali kita sudah melakukannya. Hanya saja, tanpa kita sadari, ada tambahan-tambahan konsumsi garam. Ini yang biasanya menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari. Makanan tinggi proses meniscayakan banyak garam. Untuk menghindari konsumsi garam yang tinggi, dalam sehari-hari kita memang dianjurkan mengonsumsi makanan yang diolah dan dimasak sendiri. Makanan yang diproduksi untuk komersial dan secara missal umumnya memiliki kandungan garam sangat tinggi.

Gula
Gula adalah penyedia energi yang supercepat. Mengonsumsi bahan tinggi gula menyebabkan rollercoaster energy. Hal ini jika sering terjadi, tubuh akan resistensi insulin, yang merupakan keadaan yang mendasari diabetes mellitus. Sering kali asupan gula berlebih di tubuh bersumber dari konsumsi yang tanpa disadari. Minuman bersoda adalah minuman yang tinggi gula, Begitu pun makanan-makanan tinggi proses lainnya. Makanan tinggi proses ditunjukan untuk tujuan komersil, sedangkan gula sendiri adalah pengawet yang baik. Akhirnya, tubuh kita yang menjadi korban, Kandungan makanan bergula di makanan biasanya dalam bentuk maltose, sukrosa, dan lain-lain.

Lemak
Lemak penting bagi tubuh. Ia melindungi sel. Lemak yang baik merupakan bahan yang menjadi dasar dinding sel. Lemak yang baik lainnya adalam omega-3, berupa asam lemak. Lemak juga penting bagi otak.
Hal yang buruk adalah kita memasukkan lemak dalam tubuh yang sejatinya hal tersebut tidak kita butuhkan bahkan justru merusak tubuh. Hal ini sering terjadi karena lemak meningkatkan cita rasa. Contohnya lemak hasil hodrogenisasi. Lemak ini digunakan untuk makanan cepat saji.

Sumber lemak yang lain yang mungkin juga tidak kita sadari adalah mentega, donat, butter, biscuit, cracker, dan keripik. Mengonsumsi ini dengan tidak bijak sama saja dengan menyiapkan dari kepada  penyiksaan tubuh berupa berbagai jenis penyakit. Lemak jenis ini meningkatkan LDL dalam tubuh (kolestrol buruk bagi tubuh) dan menurunkan HDL ( kolestrol baik bagi tubuh). Keadaan ini mendasari munculnya penyakit mematikan atau menimbulkan kecacatan seperti jantung koroner dan stroke

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon