Thursday, 16 July 2015

Mengontrol Porsi Makan


Mengontrol Porsi Makan
ABU HURAIRAH R.A. menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Makanan dua orang sejatinya cukup untuk empat orang.” (H.r. Bukhari dan Muslim )

Soal makan bukan sekedar urusan lapar atau kenyang saja. Ia terkait pula dengan kesehatan diri. Menurut penelitian, 932 juta orang terjangkit penyakit yang terkait dengan malnutrisi,  sedangkan ada sekitar 400 juta manusia di dunia yang terjangkit penyakit kegemukan atau obessitas.

Porsi MakananLambung adalah organ yang berkaitan dengan masalah lapar dan kenyang. Ukuran lambung adalah hal yang membatasi manusia untuk makan dalam porsi tertentu. Tidak pernah kita mendengar orang berkata bahwa ia berhenti makan dikarenakan mulutnya capek mengunyah. Ungkapan yang ada biasanya dikaitkan dengan lambung, “Saya telah kenyang. Lambung saya sudah tidak muat lagi!”

Kenyataannya, lambung adalah organ yang fleksibel. Karena itu, pernyataan bahwa sudah kenyang atau belum sama fleksibelnya dengan kenyataan tadi. Ada orang yang kenyang cukup dengan jumlah yang relative sedikit, tetapi adapula orang yang baru merasa kenyang setelah menghabiskan porsi jumbo.

Hal yang menarik lainnya, ukuran lambung yang ada tidak mutlak atau statis pada seseorang. Ini berkaitan dengan kebiasaan Artinya, orang yang mencukupkan diri dengan makanan dengan porsi yang secukupnya, maka itu pun biasa cukup bagi dirinya. Begitupun orang yang membiasakan diri makan sampai merasa ‘tangki penuh’ baru berhenti, maka ia akan tidak kenyang kecuali dengan porsi yang ia biasakan itu.

Kami tidak akan mengintervensi urusan porsi makan Anda. Hanya saja sebagai seorang muslim, kita dilarang untuk bertindak berlebih-lebihan. Meski ajaran islam cukup jelas mengatur soal keseimbangan hidup, masih saja ada di antara kita yang mengabaikannya. Dalam hal ini perlu kiranya kami paparkan fakta tentang lambung, yang terkait langsung dengan porsi makan.

Fleksibilitas lambung biasa pula menjadi berkah, tetapi biasa pula menjadi awal musibah, Jumlah makanan yang banyak membuat lambung meregang. Oleh karena itu, sungguh bijak perkataan seorang tabib ahli dari Sudan yang dinukil oleh Imam Suyuthi, “Makan setelah lapar dan berhenti setelah kenyang.”

Awalnya makan banyak bukan masalah. Lambung akan kembali ke ukuran semula sesuai dengan fleksibilitasnya. Namun, karena sering terjadi demikian, ukura lambung biasa tidak balik ke ukuran semula. Kemudian manusia makan dengan ukuran lambung yang relative lebih besar tersebut di sepanjang usianya. Ia tidak merasa kenyang, kecuali makan dengan banyak. Bahkan, ukuran lambungnya akan biasa bertambah lagi jika porsi makannya di tambah dan dibiasakan demikian. Ia tidak kenyang, kecuali dalam porsi yang amat besar. Akhirnya, ada orang yang makan banyak dan ada pula yang cukup sedikit, dengan umur, jenis kelamin, dan aktivitas yang sama.

Jika melatih diri lebih awal, sejatinya setiap manusia biasa mempertahankan ukuran lambungnya tetap’ ramping’. Jadi, fitness center-nya adalah kemampuan menahan diri saat jamuan makan. Bagi Anda yang selalu merasa lapar meski sudah makan banyak, mari resapi hadis berikut ini:

Dari penuturan Wahsyi bin Harb r.a., bahwasanya para sahabat pernah berkata, “ Wahai Rasulullah, kami sungguh sudah makan, tetapi belum juga merasa kenyang. “ Beliau Saw bersabda, “Apakah kalian makan sendiri-sendiri?!” ‘’Benar,” jawab para sahabat. Lantas beliau bersabda, “Makanlah bareng-bareng, dan bacalah Bismillah, niscaya kalian mendapat berkah pada makanan itu.” (H.r. Abu Dawud)

Pengetahuan lainnya yang juga tak kalah pentingnya adalah bahwa makan yang berlebih dari kebutuhan tubuh justru kontra produktif untuk mencapai hidup sehat. Pencernaan adalah proses yang juga membutuhkan energy. Ketika tubuh dipaksa tarsus-menerus bekerja mencerna mengakibatkan energy tersita. Alokasi energy untuk menggantikan sel yang rusak, menerjemahkan sel dan membuang racun-racun dari tubuh menjadi berkurang, di sini menjadi awal hidup yang tidak sehat. Regenerasi sel menjadi terganggu.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon