Thursday, 16 July 2015

Orang Yang Pertama Masuk Surga

Sebelum para Nabi dan umat-umat lain masuk surga, Rasulullah-lah orang yang pertama kali memasuki surga. Karena beliau adalan junjungan para makhluk di dunia mau pun di akhirat. Beliau pula yang menjadi imam para Nabi dan Rasul, yang paling melindungi binatang dari penganiayaan, yang menyayangi anak-anak yatim dan janda, serta yang merubah peradaban Jahiliyyah menjadi peradaban Islam. Maka pantas kalau beliau menjadi orang pertama yang membuka pintu surga

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Anas r.a. bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: “Aku datang ke pintu surga, aku hendak membuka”. Maka penjaga bertanya: “Siapakah engkau ?”. Maka aku menjawab : “Aku adalah Muhammad”. Si penjaga kemudian berkata: “ Demi engkau aku diperintahkan untuk tidak membuka (pintu surga) kepada seorangpun sebelum engkau”. Anas r.a. meriwayatkan, bahwa Rasulullah Saw bersabda : “ Aku adalah paling banyak pengikutnya diantara para Nabi pada hari kiamat dan aku adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga”.

Ibnu Najjar meriwayatkan dari Anas r.a. Rasulullah Saw bersabda: “Aku adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga..”

Ketika Rasulullah Saw hendak membuka pintu surga, tiba-tiba beliau dikejar oleh seorang wanita yang akan masuk surga. Wanita ini sampai berani mengejar Rasulullah masuk surga karena kemuliaan dan keagungan amal yang dilakukannya sewaktu di dunia, sehingga ada kepastian bahwa dirinya masuk surga.

Seperti yang diceritakan oleh Rasulullah Saw: “Akulah permulaan orang yang dibukakan pintu surga, hanya saja ada seorang perempuan yang mengejarku, lalu aku bertanya: “Ada apa kamu?, dan siapakah kamu?”. Dia menjawab: “Aku adalah wanita yang memelihara anak yatim”,


Hadits ini merupakan ilustrasi mengenai betapa mulianya amal berbuat baik kepada anak yatim. Oleh karena itu, hadits di atas tidak bias dimaknai secara harfiyah (konteksual), atau apa adanya. Sebab bagaimana pun juga kemuliaan dan derajat wanita itu dihadapan Allah jelas masih kalah mulia dengan derajat para Ulul Azmi atau para Nabi lainnya yang memiliki derajat yang sangat tinggi dan mulia di hadapan Allah Swt

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon