Sunday, 9 August 2015

DAYA SERAP BELAJAR




Model meyerap pelajaran masing masing individu ..

Daya serap belajar atau di istilahkan DePorter, et.all (2000) sebagai modalitas merupakan saluran komunikasi yang membantu manusia memahami dunia di sekitarnya untuk memproses rangsangan yang datang dari luar diri manusia. Ketika ada pengetahuan yang masuk, modalitas inilah pintunya. Secara singkat, modalitas belajar adalah suatu cara bagaimana otak menyerap informasi yang masuk melalui pancaindra secara optimal. Sedikitnya ada tiga jenis modalitas yaitu: visual, auditori, dan kinestetik.

Model modalitas belajar VAK ini merupakan dasar dari ilmu NLP ( Neuro Linguistic Programing) yang dikembangkan untuk pertama kalinya oleh Richard Bandler dan Michael Grinder pada tahun 1970-an. Model ini kemudian digunakan secara luas di dunia pendidikan. Riset-riset terkait VAK pun banyak dilakukan para ahli, termasuk oleh Profesor Ken  dan Rita Dunn dari Universitas St. Johns, New York. Begitu juga Dr. Jeannette Vos. Selama tujuh tahun ia melakukan riset mendalam tentang metode pembelajaran cepat dan tentunya aplikasi VAK di dunia pendidikan ( Dryden, Gordon dan Jeannette Vos, 2004). Tidak ketinggalan Bobbi DePorter, pengarang Quantum Teaching dan Quantum Learning. Ia telah menguji coba model VAK ke dalam kirikulum program Super Camp-nya, yang secara tidak langsung turut mempopulerkan model VAK ini.

Dibawah ini merupakan daftar cirri dari masing-masing modalitas atau daya serap belajar. Anda pemilik modalitas yang mana..?

Modelitas Belajar


Visual
Beberapa kata kunci bagi orang visual; warna, corat-coret, teratur, hubungan ruang, belajar lewat gambar, bicara cepat, buku harian, menonton, membuat peta, melukis, dan merancang. Berpikir melalui penglihatannya dan menerima informasi melalui citra visual merupakan kemampuan untuk mengingat apa yang dilihat.


Kita dapat mengenali orang visual ini segera dari performance nya, seperti gaya bicaranya cepat dengan penggunaan nada yang tinggi dan sementara ia berbicara tangannya di atas dada sebagai penjelas dan pandangan matanya mengarah ke atas.  Ciri tampilan pakaiannya biasanya pakaian yang sangat rapi. Ungkapan yang sering digunakan adalah “ Menurut penglihatan saya…”,” Coba lihat paparan saya tadi mengandung jawaban dari pertanyaan itu”,”Bayangkanlah”,”Kelihatannya pendapat itu bisa diterima akal sehat”.

Anda yang unggul dalam memperoleh informasi secara visual tentunya akan lebih mudah membaca buku atau mengingat catatan yang dipenuhi gambar, diagram, peta, maupun bagan. Selain itu, di samping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah artistic, Anda memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna. Anda juga cenderung menggunakan gerakan tubuh saat mengungkapkan sesuatu di depan kelas. Anda akan senang jika guru menampilkan tampilan (slide) atau video di sela-sela pengajarannya.

Namun, mungkin saja Anda akan kesulitan dalam mengikuti kegiatan diskusi, agak canggung ketika diminta untuk berpidato di depan kelas, atau bila tidak disertai petunjuk peta Anda bisa tersesat sewaktu mencapai suatu tempat. Tidak hanya itu, Anda juga sering salah menginterpretasikan kata atau ucapan.

Auditori
Beberapa kata kunci bagi orang auditori: music, mendengarkan, bercerita, nada, pidato, menyanyikan lagu, berdialog, bersenandung, bersuara, berbicara sendiri, membaca bersuara, sesuai prosedur, bocara lambat, irama, berbunyi, mendongeng, dan berdebat.

Berpikir melalui bunyi dan kata serta menerima informasi melalui indra pendengaran merupakan kemampuan untuk mengingat apa yang didengar.

Dalam keseharian, bila bebicara, orang auditori berirama dengan jenis nada sedang. Orang auditori berirama dengan jenis nada sedang. Orang auditori juga menggunakan bantuan tangan di depan dada untuk memperjelas suatu informasi yang sedang disampaikannya seraya pandangan mata mengarah ke kiri atau ke kanan seolah mencari letak kedua belah telinga. Pakaian rapi menjadi cirri berikutnya. Kata-kata favoritnya “Coba dengarkan pendapat Saya”,”Dengar kan!”,”Menurut pandangan saya”,”dan “Kedengarannya Bagus!”. Jika Anda lebih merasa nyaman dengan suara, nada, atau irama maka Anda bisa dikategorikan sebagai orang auditori. Kelebihan Anda ada pada “mendengarkan” daripada “melihat”. Maka, cara belajar bersama teman dengan saling bercerita atau diskusi merupakan cara belajar favorit. Anda juga tidak akan terganggu dengan suara atau music. Seringkali Anda bertanya untuk mendapatkan jawaban dari guru dibandingkan dengan membaca langsung dari buku. Anda pun kerap menulis setelah memastikan diri mendengar informasinya secara langsung.

Lain halnya bila Anda belajar dengan melakukan tindakan secara fisik, besar kemungkinan akan mengalami hambatan. Begitu juga Anda akan kesulitan memperagakan proses kerja sebuah alat, kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibaca, kurang baik juga dalam mengerjakan tugas mengarang atau menulis. Tidak hanya itu Anda juga susah menyerap secara langsung informasi dalam bentuk tulisan, selain memiliki kesulitan menulis ataupun membaca.

Kinestetik
Beberapa kata kunci bagi orang kinestetik:  bergerak, praktik, menunjuk tulisan saat membaca, merasakan, berbicara mengalun, emosional, kenyamanan, menyentuh, aktif, berkebun, bertindak, belajar sambil berjalan, dan memberikan isyarat.

Berpikir melalui perasaan dan sensasinya serta menerima informasi melalui segala jenis gerak dan emosi merupakan kemampuan untuk mengingat apa yang dirasakan.

Tipe orang kinestetik: kalau berbicara lambat ditambah nada yang terkesan berat dan tangan digerakan di daerah sekitar perut untuk menjelaskan sesuatu. Pakaiannya yang penting enak dan pandangan mata mengarah ke bawah. Frase yang sering digunakan, “Menurut perasaan Saya…” dan “Kerjakan!”
 
Modalitas jenis ini paling sedikit dimiliki orang. Jika Anda merasa berada pada modalitas ini, maka Anda besar kemungkinan mengalami hambatan besar dalam membuat sajak dan puisi, membuat catatan yang penuh gambar, mendengar ceramah guru, atau konsentrasi sambil duduk berjam-jam.

Lain halnya jika Anda belajar secara demonstrative, menyerap, dan memahami informasi dengan cara menjplak gambar atau kata untuk kemudian belajar mengucapkannya, memahami fakta, atau dalam membuat model. Belajar di luar kelas di mana secara leluasa Anda dapat berimprovisasi melakukan aktivitas merupakan cara belajar menyenagkan bukan..? Anda pun sangat Andal untuk bisa menyerap Informasitanpa harus membaca penjelasannya hanya dengan memegang objek saja. Anda suka menggunakan objek yang nyata sebagai alat abut belajar.

Menyadari beragamnya modalitas ini, yang terbaik adalah Anda memcoba untuk memiliki kemampuan multisensorik. Artinya, Anda harus melatih kemampuan modalitas yang lemah atau kurang dominan. Kenapa hal itu harus di lakukan..? Tentu saja bisa, sama seperti dominasi hemisfer otak, masing-masing dari kita diberikan unsure modalitas yang lain, namun tentunya dengan kadar dan intensitas yang rendah, sehingga memungkinkan bila dipertajam.

Penelitian Micheal Grinder (dalam Gordon, Dryden dan Jeannette Vos, 2004) menyatakan bahwa 30 siswa di sebuah sekolah yang ditelitinya, 22 orang di antaranya dapat menyeimbangkan kemampuan mereka untuk menyerap informasi dalam beragam cara. Sebanyak 2-3 orang mengalami kesulitan karena faktor luar kelas dan sisanya 6 orang atau lebih kurang 20%-nya sangat dominan di visual saja, auditori saja, atau kinestetik saja. Mereka inilah yang mengalami kesulitan menyerap informasi jika Informasi tersebut diberikan dalam bentuk gaya yang tidak mereka sukai.

Artikel Terkait

2 comments

Muantaf Gan artikelnya !
ane lagi blog walking nieehh :D di tunggu kunjungan baliknya yaa :)
Search di Google: "Hilmi.NET" *(tanpa tanda kutip)
hilmims.blogspot.com

Terimakasih :)

Saya tertarik dalam artikel Anda pada konsep pembelajaran.
Saya juga memiliki artikel yang sama tentang proses pembelajaran yang dapat Anda kunjungi di http://ebook.gunadarma.ac.id/psikologi/140/22%20Quroyzhin_PsikologiKognitif.pdf.html


EmoticonEmoticon