Sunday, 30 August 2015

Tips Gaya Bahasa Tubuh saat Berbicara


Bahasa Tubuh

Salah satu keterampilan paling penting untuk ngobrol asyik bukan dari lidah, tetapi tubuh. Bahasa tubuh dapat mengomunikasikan dengan jelas perasaan dan sikap seseorang sebelum berbicara.

Orang sering nggak sadar ekspresi wajahnya sendiri. Bisa saja, ia mengira sudah menunjukan sikap berkonsentrasi penuh, padahal bagi orang lain, ia justru terlihat seperti orang yang sedang melamun. Saat ngobrol, mungkin secara nggak sengaja, kamu mengeluarkan bahasa tubuh defensif dan tidak bersahabat, seperti melipat tangan di dada, nggak berani melakukan kontak mata, atau nggak tersenyum ketika lawan bicara sedang tersenyum. Melalui bahasa tubuh tersebut, lawan bicara akan menagkap bahwa kamu tidak ramah dan tidak senang dengannya. Saat lawan bicara sudah memiliki kesan seperti itu, kamu akan kehilangan kesempatan untuk membina pertemanan.

Rasa nggak percaya diri dan malu terlihat dari kontak mata seseorang. Biasanya, orang seperti ini nggak berani melihat mata lawan bicara. Saat merasa terpojok dan disudutkan, bahasa tubuh definisimu akan menunjukannya hal itu, seperti melipat tangan saat berbicara. Ketika bingung terhadap suatu pertanyaan dari lawan bicara, akan terlihat bahasa tubuh kamu yang kebingungan, seperti menggaruk-garuk kepala.

Bahasa tubuh dan ekspresi wajah lebih mempunyai dampak daripada suara atau kata-kata. Jika nggak yakin dengan ekspresi wajah, bercermin atau bertanyalah kepada teman. Setelah memperbaiki penampilan, kamu harus mempersiapkan bahasa tubuh yang bersahabat dengan orang lain.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon