Saturday, 22 August 2015

Memulai Obrolan dengan Percaya Diri

Kamu harus percaya diri dan pahami ini

Biasanya, orang menilai semua hal dari penampilan luar. Misalnya, ketika melihat cowok berdandan rapi, mengenakan kemeja lengan panjang, celana bahan, dan berdasi, kamu kemudian mempersepsikan cowok itu sebagai orang kantoran. Begitu pula ketika melihat cowok dekil dengan baju robek, badan dipenihi tato, dan membawa botol minuman keras, tentu kamu akan langsung mengonotasikannya sebagai pereman atau berandalan.

Padahal, bisa saja yang memakai baju rapi dan berdasi tersebut adalah koruptor kelas kakap yang menjadi buronan polisi. Sementara, orang yang memakai baju berantakan dan bertato bermaksud memberikan dompet kamu yang jatuh. Meskipun begitu, manusia memang tidak bisa melawan persepsi yang dibuat oleh otaknya sendiri. Sebab, otak memang diprogram untuk hal-hal seperti itu.

Berbicara dengan wanitaPikiran manusia selalu membentuk sebuah citra diri berdasarkan penampilan. Kemudian, pikiran akan langsung mengambil kesimpulan dalam sekejap berdasarkan citra diri tersebut. Misalnya, Bali dan Yogyakarta memang tujuan wisata indonesia, tetapi citra kedua kota tersebut berbeda, Ketika membicarakan Bali, orang lebih memikirkan suasana pantai yang tenang dihiasi deburan ombak. Sementara, ketika membicarakan Yogyakarta, orang lebih memikirkan suasana lesehan, budaya jawa, dan peninggalan keratonnya.

Nggak perlu repot-repot belajar ilmu membaca pikiran. Sebab, kamu bisa mengetahui pikiran orang tentangmu melalui apa yang kamu proyeksikan pada penampilan. Jadi, sebaiknya, manfaatkan citra dirimu pada proyeksi yang positif, yang memang benar-benar ada di dalam diri kamu.

Selain orang lain yang menilai, ternyata pikiran kita juga menilai penampilan diri sendiri. Para peneliti di Universitas of Texas mengatakan, good-looking people tend to make more money than regular-looking people do. Penampilan menarik bisa memberikan rasa percaya diri dan kebahagiaan. Orang yang bahagia memiliki kepercayaan diri lebih tinggi dibanding orang yang selalu mengeluhkan penampilannya.

Berkaca dari fenomena seperti itu, kamu tidak bisa lagi menyepelekan dampak dari penampilan terhadap persepsi dan cara bersikap orang lain. Makin positif citra yang kamu tampilkan, makin positif juga sikap orang lain terhadap dirimu.

Perlu diingat, yang dimaksud penampilan di sini bukan lah wujud fisik, tetapi penampilan luar dari ujung kaki sampai leher, mulai dari sepatu, baju, aksesoris, dan lain-lain. Hal tersebut adalah pilihan masing-masing orang. Jadi, jika asal-asalan. Sebaliknya, jika cermat dalam memilih, kamu akan terlihat rapi dan mempesona. 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon