Sunday, 2 August 2015

Urgensi Keputusan

Urgensi Keputusan

Keputusan merupakan salah satu output akal, yang lahir dari proses pengolahan input informasi sedemikian rupa. Keputusan merupakan produk yang pasti ada di setiap manusia. Urgensi keputusan ialah bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah, dengan berbagai keputusan baik berupa perbuatan maupun perkataan.

Allah Swt berfirman :

 وَمَاخَلَقْتُالْجِنَّوَالإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ.

”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS. Adz-Dzariyat:56)

Keputusan merupakan materi ujian bagi manusia, bahkan merupakan bentuk ibadah. Sebab, ibadah adalah semua perkataan, perbuatan, baik lahir maupun batin yang dicintai dan diridhai oleh Allah.

Itulah yang kami maksud dengan keputusan dalam pembahasan ini. Manusia adalah sendera keputusannya. Seluruh hidupnya tergantung---setelah ketentuan Allah---kepadanya. Dengan keputusan tersebut ia ukir perjalanan hidupnya.

Keberhasilan seorang pedagang tergantung dari pengambilan keputusan yang tepat. Baik cara penyajian barang, manajemen, perimbangan rugi-laba dalam transaksi jual beli, maupun strategi promosinya.

Hidup seorang wanita, kaitannya dengan suami yang ia pilih, juga tergantung kepada keputusannya. Masa depan seseorang, juga tergantung kepada keputusan yang diambilnya. Demikian juga antara hakim dan terdakwa, karyawan dan direktur, dan sebagiannya.

 KeputusanKeputusan merupakan batu pondasi untuk membangun amal. Jika ia diletakan di tempat yang sesuai, bangunan di atasnya akan sempurna dan berfungsi sebagaimana mestinya. Jika tidak, bangunannya akan memiliki banyak cacat dan kekurangan. Sehingga, menyebabkan kegagalan dan harus dibangun kembali.

Lebih jauh lagi, kebahagiaan hidup seorang hamba setelah kehidupan dunia, yang berbagi dalam tiga fase (alam barzakh, kiamat, dan negri akhirat) dibangun berdasarkan keputusan-keputusannya; benar atau salah.

Kehidupan di alam barzah, baik kenimatan atau azabnya maupun perbedaan tingkat manusia di dalamnya, merupakan hasil perhitungan keputusan-keputusan manusia ketika di dunia. Demikian juga di padang Mahsyar, kesulitan atau kemudahannya tergantung—stelah ampunan Allah—kepada keputusan-keputusan yang ia ambil ketika di dunia.

Tidaklah disediakan tempat duduknya di surge, juga derajatnya tidak akan naik—setelah rahmat Allah—kecuali karena hasil keputusan-keputusannya

Allah Swt berfirman :

لِّلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya. Dan muka mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. ( Yunus:26).

Keputusan adalah materi ujian manusia di dunia. Itulah yang akan ditanyakan pada hari kiamat. Kebahagiannya di dunia dan di akhirat dibangun di atasnya. Karena itu, ia dituntut untuk memperbaiki keputusan-keputusannya, baik perbuatan maupun perkataan.

Allah Swt berfirman :

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al Mulk: 2)

Keputusan manusia yang berupa perbuatan tidak lain adalah hasil keputusan-keputusan perkataan, baik kata lisan maupun kata hati (niat).

Allah Swt berfirman:

الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الألْبَابِ

"yang mendengarkan perkataan, lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk, dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal." – (QS.39:18)

Oleh karena itu, memang sudah sepantasnya seorang muslim berkata dan berbuat, ketika ada kemaslahatan di dalamnya, serta sesuai dengan syariat Allah.


Artikel Terkait

1 comments so far

Bermanfaat sekali gan, makasih atas pencerahanya


EmoticonEmoticon