Wednesday, 30 September 2015

Membaca Wajah Menurut Cara Tiongkok


Membaca Wajah Tiongkok

Sekarang, mari kita coba membaca wajah menurut cara Tiongkok. Dalam konsep ini, representasi wajah terbagi atas tiga tahapan, yaitu Surga, Manusia, dan Bumi. Tahap pertama yaitu surga, dimulai dari garis rambut kebawah sampai dengan alis mata. Area ini merepresentasikan masa kecil kita. Tahap kedua adalah manusia, yakni kehidupan itu sendiri, termasuk kesehatan dan sebagainya. Cara membacanya dimulai dari alis mata sampai dengan area tepat dibawah lekuk ujung hidung. Ini merepresentasikan umur-umur pertengahan kita. Tahap ketiga adalah bumi, yaitu yang berhubungan dengan masa tua. Cara membacanya dimulai dari ujung hidung sampai kebawah dagu. Perlu diingat, panjang ketiga area tersebut adalah seimbang atau proporsional. Jadi, menurut konsep yin dan yang , jika ada suatu area yang tidak seimbang, maka kemungkinan besar orang tersebut mengalami kehidupan yang suli pada periode kehidupan tertentu.

Delama kepercayaan Tingkok, karakter atau perwatakan seseorang sangat dipengaruhi oleh lima unsur, yakni api, kayu, air, besi, dan tanah. Wajah orang yang memiliki unsur api terlihat mengerucut seperti segitiga, misalnya dengan tulang pipi yang tinggi dan menonjol. Wajah seperti ini sering menggambarkan orang yang mempunyai sifat pemarah (api = panas).

Wajah dengan unsur kayu terlihat panjang dan berbentuk kotak. Wajah ini merepresentasikan karakter yang keras kepala dan berpikiran sempit. Sementara itu, wajah dengan unsur air berbentuk bulat, halus, dan terkadang memiliki garis dagu yang panjang. Karakter dari wajah ini adalah fleksibel. Berbeda lagi dengan wajah unsur tanah, yakni terlihat tebal dan mereka umumnya orang yang murah hati. Adapun wajah dengan unsur besi berbentuk persegi, khususnya pada rahang dan dahi. Wajah ini menggambarkan suatu sifat atau watak yang egois, arogan, dan suka mengumbar nafsu.

Orang Tiongkok sampai sekarang pun masih menganggap bahwa peruntungan seseorang dipengaruhi oleh keseimbangan yang terdapat dalam dirinya atau dari luar dirinya. Untuk menjaga keseimbangan ini dan menjadi harmoni, mereka tidak sembarang dalam memilih pasangan. Misalnya, seorang perempuan dengan tulang pipi yang besar dan menonjol, serta dahi sangat tinggi, bukanlah pasangan yang ideal. Ini karena tulang pipi yang tinggi menggambarkan suatu sifat agresif dan persaingan. Sedangkan, dahi yang sangat tinggi menggambarkan karakter yang ingin berkuasa atau ingin menguasai. Oleh karena itu, mereka berpendapat akan lebih baik jika laki-lakilah yang memiliki karakteristik seperti itu, sebab laki-laki seharusnya lebih domaninan dalam rumah tangga.

Seiring dengan zaman yang semakin berkembang, tulang pipi yang tinggi pada perempuan dianggap sesuatu yang menambah daya tarik, bahkan dipandang sebagai persyaratan untuk bisa menjadi model atau artis. Namun, jika memikirkannya, hal ini karena profesi tersebut mempunyai atmosfer persaingan yang tinggi, yang membutuhkan adanya suatu agresivitas.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon