Saturday, 5 September 2015

Trik Pembuka Obrolan dengan Orang Belum di Kenal


Ngobrol dengan Wanita

Kalimat Pembuka (Opener)

Bagaimana yang paling sulit untuk ngobrol dengan orang asing dan kenalan baru adalah kalimat pembuka. Beberapa pertanyaan yang membuat kamu ragu-ragu mungkin muncul di otak. Misalnya, gimana cara memulai obrolan dengannya, omongan apa yang harus keluar saat pertama nyamperin dia, nggak mempunyai kata-kata sakti untuk berkenalan dengan cewek cakep, atau menganggap dia orang penting sehingga nggak bisa sembarang pakai kalimat pembuka.

Nah, ratusan keraguan tentang kalimat pembuka, kata pertama, dan apa yang harus di ucapkan ketika pertama kali menyapa orang asing akan dibahas tuntas dalam bab ini. Siapkan diri kamu untuk mengetahui rahasianya.

It's not about what you katan, but how you say it, Kata-kata yang kamu ucapkan bukan hal penting. Cara mengucapkannya, itulah yang lebih penting. Kira-kira begitu terjemahan dari kalimat terkenal di dalam dunia komunikasi. Terkesan klise, tetapi benar.

Cara mengatakan sesuatu, erat kaitanya dengan bahasa tubuh yang digunakan. Pada pembahasan sebelumnya, kita sudah membahas mengenai bahasa tubuh. Di sinilah waktunya untuk mengaplikasikan pengetahuan tentang bahasa tubuh tersebut. Perhatikan kesamaan dari empat situasi berikut, kemudian amati perbedaan kesan lawan bicara dari cara kamu mengucapkan kalimat dan bahasa tubuh kamu gunakan.

Situasi 1

Kamu      : "Hey! Tasya bagus," (Dengan nada dingin, tatapan mata tajam, tanpa senyum, dan tangan di pinggang)

Dia          : (Terdiam sambil berfikir di dalam hati) "Waduh, malam-malam ketemu rampok." 

Situasi 2

Kamu      : "Hey! Tasya bagus." (Dengan nada kemayu dan tangan keriting)]

Dia          : "Iya Ciin.. Ini eike beli di Singapore, pas kemarin ada diskon. Murah Bok." (Sambil kemayu sebab mengira kamu banci)

Situasi 3

Kamu      : "Eh, aku jadi ingat kalau adik perempuanku mau ulang tahun bulan depan. Aku beliin tas jaja kali ya? Itu tas kamu belinya di mana sih?"

Dia          : "Bla...bla...bla." (Obrolan pun berlanjut).

Manusia sangat sensitif dan peka terhadap penampilan seseorang. Misalnya, cara kamu berdiri saat membagikan brosur sangat mempengaruhi penerimaan orang lain terhadap brosur yang kamu bagikan. Tatanan rambut yang tidak rapi saat wawancara kerja sangat mempengaruhi penilaian pewawancara. Cara berbicara akan mempengaruhi kepercayaan orang terhadap kata-kata yang kamu ciptakan.

Perlu diingat! Bagaimana cara kamu mengatakan sesuatu adalah hal yang lebih penting daripada apa yang kamu katakan. Nada suara, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh dapat menentukan kesan orang yang kamu ajak ngobrol. Jika bisa mengendalikan ketiga hal tersebut, kamu nyaris bisa mengatakan apa saja sebagai kalimat pembuka kepada yang belum kenal sebelumnya.

Di dalam Blog ini pula, akan dibeberkan kalimat-kalimat pembuka yang santai, lucu, dan mengundang respons. Keberhasilan kalimat pembuka tersebut tergantung dari seberapa santai kamu membawakannya. Intinya, memulai pertemanan dan ngobrol adalah aktivitas santai. Jadi, nggak perlu dibawa terlalu serius. Keluarkan dan nikmati prosesnya. 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon