Monday, 16 November 2015

Akar Permasalahan Pendidikan di Indonesia


Pendidikan di Indonesia


Pater Drost dan Winarno Surakhmad, pakar pendidikan yang puluhan tahun berkecimpung di berbagai lembaga pendidikan di indonesia, mengidentifikasi salah satu akar permasalahan dalam pendidikan di indonesia adalah ketidakmampuan banyak orang untuk membedakan, dan dengan demikian mempersamakan secara sembrono, antara pendidikan atau proses pembelajaran dengan pengajaran.

Pendidikan, yang diambil dari kata latin e-ducare, arti sejatinya adalah "mengiring ke luar". Apa yang digiring ke luar! Tak lain adalah diri atau segenap potensi pembelajar itu sendiri. Dan, pendidikan atau proses pembelajaran itu sendiri merupakan proses informal, sehingga tak ada dan tidak mungkin ada pendidikan formal. Yang bersifat formal adalah pengajaran, yakni proses transfer pengetahuan atau usaha mengembangkan dan "mengeluarkan" potensi intelektualitas diri dalam diri manusia. Akan tetapi intelektualitas dan pengetahuan itu sendiri sebelum sepenuhnya mewakili diri manusia.

Masih ada berbagai potensi diri lainnya yang tidak dapat diasah atau di keluarkan lewat proses pengajaran, tetapi hanya dapat dilakukan lewat proses pembelajaran dan pelatihan.

Pengajaran itu menyangkut soal teori, sementara pendidikan itu sepenuhnya soal potensi. Pengajaran itu soal belajar tentang, sementara pendidikan adalah soal belajar menjadi.

Budi pekerti dan pembentukan karakter yang memiliki sifat-sifat seperti integritas, kerendahan hati, tenggang rasa, menhan diri, kesetiaan, keadilan, kesabaran, kesederhanaan, dan sebagainya, tidak dapat dan tidak mungkin dilakukan lewat pengajaran. Pengajaran itu menyangkut soal teori, sementara pendidikan itu soal belajar tentang, sementara pendidikan adalah soal belajar menjadi.

Dalam hal ini saya ingin menambahkan bahwa pembelajaran ( belajar menjadi ) dan pengajaran ( belajar mengetahui ), Proses pembelajaran merupakan proses pembentukan karakter dengan sifat-sifat tersebut di ata, dan melalui proses mengajar-belajar ( pengajaran ) kita mengetahui hal itu secara sadar ( intelek ). Peran proses pelatihan adalah membawa karakter dari dalam ke luar (inside out), diekspresikan menjadi apa yang disebut Covey sebagai kepribadian. Dengan demikian, pada satu sisi kita mengetahui (lewat pengajaran), bahwa karakter bukan kepribadian itu sendiri. Sementara pada sisi lainnya kita menempatkan karakter menjadi dasar atau fondasi dari kpribadian kita.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon