Friday, 24 June 2016

Manfaat Dzikir Thoriqoh dengan yakin Tawakal




 Majlis Habib Lutfi

Ngaji Kliwonan Bersama Maulana Hb. Lutfi bin Yahya di Kanzuz Sholawat Pekalongan, di Malam 19 Ramadhan 1437.

Di antara nasehat beliau setelah melantunkan dzikir thoriqoh bersama-sama beliau menguraikan tentang tawakal, diantaranya beliau menuturkan bahwa ihtiyar adalah berfungsi untuk menambah kenyakinan semata bukan sebaliknya, dengan keyakinan yg didukung oleh iman kita.

Beliau mengutip dua ayat dalam surat ath-thalaq, yaitu ayat 2 dan 3, dimana Allah Swt berfirman:

ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب ومن يتوكل على الله فهو حسبه.

Yang artinya :
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya."(Ath-Thalaq : 2-3)

Lalu beliau menceritakan tentang peristiwa yg unik yg terjadi dimasa lalu yg dialami oleh seorang waliyullah yg bernana Imam Malik bin Dinar ra dan seorang hamba yg sholeh yg bernama Abdullah Basyri.

Suatu saat, karena permasalahan ekonomi yg di terpanya, Abdullah Basyri berupaya hijrah keluar kota sebagai bentuk ihtiar untuk memberbaiki rizki pada diri dan keluarganya.

Maka dg tawakkal kepada Allah Swt, dan memasrahkan diri dan keluarganya kepada-Nya, dia segera izin kepada istrinya yg tengah hamil tua.
Hal yg seperti itu memang disunnahkan untuk orang yg mengalami kesulitan dalam usaha di negerinya.

Selang beberapa saat, maka diapun pulang dengan rizki yg melimpah ditangannya, bersama rombongan kafilah dari negeri jiran dia tiba.
Tapi ketika dia pulang ke rumah dan hendak menemui sang istri tercinta beserta anaknya, dg hati gembira dan rizki di tangannya, ternyata mereka telah tiada dan meninggal dunia, hanya sambutan tetesan air mata yg dia terima dari ibu istrinya saat menjemput kedatangannya.

Lalu diapun segera pergi ke pusara sang istri tercinta.
Tapi anehnya setiap kali dia berziarah, di sana dia sealu mendengar suara tangisan bayi dari kuburnya.

suaranya terus didengar olehnya, hingga didengar pula oleh semua orang yg berada di sekitar makam tersebut.

Abdullah Basyri terus tanda tanya dalam hatinya, suara siapakah itu?? Apakah itu suara anaknya?? Tapi masa iya?? Atau suara .....??
Hingga akhirnya datanglah Imam Malik bin Dinar ra dan beliau berkata kepadanya, "Sudah tiga kali baginda Nabi saw datang kepadaku, beliau menitipkan salam untukmu dan memerintahkan kepadamu untuk segera mengambil anakmu di dalam kubur yg masih hidup bersama ibunya.".


Maka diapun segera pergi ke makamnya, lalu menggalinya dan subhanallah, benar apa yg di katakan oleh Imam Malik bin Dinar, sang bayi masih hidup, dalam posisi menetek, jasad sang ibu telah mati namun air susu masih segar, laksana menyusu kepada orang yg masih hidup.

Itulah bukti dari firman Allah Swt yg berbunyi:
ومن يتوكل على الله فهو حسبه.

Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya."(Ath-Thalaq : 3)
Wallahu A'lam.

Pekalongan, Kanzus Sholawat
24 Juni 2016 M.
Semoga Bermanfaat.



Sumber : FP Habib Lutfi

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon